Buka mata, buka telinga, tuk kenali dunia

Rabu, 20 Januari 2010

PERCOBAAN KALOR JENIS

PERCOBAAN II

Nomor Percobaan : PU2
Topik : Kalor Jenis
Tujuan : Menentukan Kalor Jenis Suatu Logam

A. Alat dan Bahan
• Termometer 2 buah
• Breaker alumunium 1 buah
• Isolasi pelindung 1 buah
• Neraca 1 buah
• Klem Universal 1 buah
• Pembakar Spirtus 1 buah
• Gelas Kimia 2 buah
• Air
• Korek
• Kubus Logam

B. Langkah Kerja
• Ikat kubus logam dengan benang jahit kemudian ditimbang, m1 = 61,8 gram
• Isi gelas kimia dengan air hingga ⅓ bagian kemudian gantung kubus di dalam gelas kimia hingga logam tercelup seluruhnya dan panaskan hingga mendidih, catat suhunya t1 = 85 C
• Timbang kalorimeter kosong, catat massanya, mk = 50 gram
• Tuangkan air ke dalam kalorimeter hingga ¼ bagian kemidian ditimbang, massanya, m ( k + a ) = 111,8 gram
• Catat suhu air + kalorimeter, t2 = 30 C
• Angkat logam dari air mendidih kemudian masukkan ke dalam kalorimeter
• Aduk-aduk air dalam kalorimeter sampai suhunya tidak berubah lagi. Catat suhunya, t2 = 34 C

C. Hasil Percobaan
• Massa kubus logam m l = 61,8 gram
• Massa kalorimeter kosong mk = 50 gram
• Massa air m a = m ( k + a ) – M k
= ( 50 + 68 ) – 50
= 68 gram
• Suhu Kubus Logam t1 = 85°C
• Suhu kalorimeter + air t2 = 30°C
• Kapasitas Kalor kalorimeter Ck =
• Kalor Jenis Air c a = 1 kal/ gram C

Jika hanya air yang kalorimeter yang menerima kalori dari kubus logam, maka kalor jenis logam dapat ditentukan kalor jenis logam…

D. Analisis Data
Logam
m l = 61,8 gram
c l = ?
t l = 85 C
ts



kalorimeter air
mk = 50 gram m a = 68 gram
c k = 0,092 kal/gr C c a = 1 kal/gr C
t k = 30 C t a = 30 C


Q L = QT
Q l = Q k + Q a
M l x c l x Δt l = M k x c k x Δt k + M a x c a x Δt a
61,8 x 51 x c = (50 x 0,092 x 4) + ( 68 x 1 x 4 )
3151,8 c = 18,4 + 272
3151,8 c = 290,4
c = 0,092 kal/gr C
E. Kesimpulan
Kalor jenis merupakan Banyaknya kalor yang dugunakan untuk mengubah 1 gram zat, sebesar 1 C. Seingga dapat dirumuskan :
C = Q
m x t

F. Apresiasi dalam Kehidupan Sehari-hari
• Digunakan sebagai penyimpan enegi thermal, apabila zat tersebut mampu menyerap lebih banyak kalor untuk kenaikan suhu yang rendah. Contohnya, air

2 Komentar:

Anonymous EKO FIRMANTO mengatakan...

MEMBINGUNGKAN...NGAK JELAS. LALAU BISA TOLONG DIRINCIKAN LAGI

26 November 2011 pukul 18.12

 
Blogger Sehah Geophysics mengatakan...

sangat jelaassss...

18 September 2018 pukul 17.39

 

Posting Komentar

Silahkan beri komentar anda

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda